Rabu, 27 Maret 2019

MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN (ILMU SOSIAL DASAR)

MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN
ILMU SOSIAL DASAR

NAMA : APRINO BAGUS SADEWO
KELAS : 1ID01
NPM : 30418992





MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN


A.Latar belakang
    Masyarakat pedesaan dan perkotaan di indonesia,masyarakat pedesaan di indonesia letaknya nya jauh dari perkotaan banyak masyarakat pedesaan indonesia yang mengadu nasib mereka untuk mencari nafkah ke perkotaan.Gaji di kota yang tinggi membuat masyarakat pedesaan tergiur untuk mencari kerja disana berbekal keterampilan yang sederhana,banyak hal yang mereka lalui mulai dari menempuh perjalanan yang jauh dan medan yang sulit untuk menuju ke perkotaan.Mungkin karena di pedesaan lapangan kerja sangat sedikit ditambah dengan gaji yang rendah dan tidak cukup untuk menghidupi keluarganya oleh karena itu masyarakat pedesaan memilih untuk meninggalkan desa dan pergi ke kota untuk mencari nafkah yang cukup untuk keluarganya.Salah satu sebab masyarakat pedesaan pindah ke perkotaan adalah semakin bertumbuhnya angka jumlah penduduk indonesia yang setiap tahun meningkat

1.Pengertian masyarakat pedesaan
   Merupakan masyarakat tradisional dari masyarakat primitif (sederhana). Namun pandangan tersebut sebetulnya kurang tepat, karena masyarakat desa adalah masyarakat yang tinggal di suatu kawasan, wilayah, teritorial tertentu yang disebut desa. Sedangkan masyarakat tradisional adalah masyarakat. yang menguasaan ipteknya rendah sehingga hidupnya masih sederhana dan belum kompleks. Memang tidak dapat dipungkiri masyarakat desa dinegara sedang berkembang seperti Indonesia, ukurannya terdapat pada masyarakat desa yaitu bersifat tradisional dan hidupnya masih sederhana, karena desa-desa di Indonesia pada umumnya jauh dari pengaruh budaya asing/luar yang dapat mempengaruhi perubahan-perubahan pola hidupnya.Adapun yang menjadi ciri masyarakat desa antara lain :
-Di dalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan     yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat   pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
-Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan.
-Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian.
-Alat-alat yang dipakai masih tradisional
-Menunjang tinggi norma-norma yang berlaku


 2.Pengertian masyarakat perkotaan
    Masyarakat perkotaan adalah masyarakat yang tinggal di daerah atau kota yang besar,masyarakat perkotaan umumnya bermata pencaharian sebagai bos,karyawan,wiraswasta dan lain sebagainya pada intinya masyarakat perkotaan adalah orang-orang yang hidup dengan materi yang sangat cukup untuk kebutuhan hidup keluarganya.adapun ciri-ciri masyarakat  perkotaan antara lain :
-Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
-Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme).
-Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
-Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.

3.Masyarakat pedesaan pindah ke kota (urbanisasi)
   Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari kawasan perdesaan ke wilayah perkotaan, sedangkan orang yang melakukan urbanisasi dinamakan urbanisan. Sebaliknya, ruralisasi merupakan bentuk perpindahan penduduk dari kota ke desa. Gejala urbanisasi berawal dari adanya ketimpangan pemerataan pembangunan antara kawasan perkotaan dan perdesaan. Di satu pihak akselerasi peningkatan ekonomi dan pembangunan di wilayah perkotaan berjalan relatif lebih cepat dan merambah hampir semua sektor kehidupan, kecuali bidang pertanian. Kondisi ini memacu penduduk desa untuk pergi mengadu nasib ke kota, dengan harapan akan mendapat penghidupan yang jauh lebih layak dibandingkan di desa. Sebagai suatu bentuk interaksi kota dan desa, urbanisasi dipengaruhi oleh dua faktor utama yang dikenal dengan istilah faktor pendorong (push factors) dan faktor penarik (pull factors).

A.)Faktor Pendorong ke kota
-Sedikitnya lapangan kerja di desa
-Rendahnya gaji yang di terima di desa
-Fasilitas yang kurang memadai di desa
-Banyaknya lahan pertanian yang gagal panen akibat kekeringan

 B.)Faktor Penarik dari kota
-banyak kesempatan kerja atau lapangan kerja
-Gaji yang tinggi di perkotaan
-Fasilitas yang memadai di perkotaan
-Banyaknya perusahaan yang membuka lowongan kerja

C.)Tujuan dari urbanisasi
-masyarakat pedesaan mendapatkan lapangan kerja sesuai kemampuan
-memperoleh fasilitas yang terintegrasi dan moderen
-mendapatkan gaji/upah yang tinggi
-menjadi masyarakat yang lebih baik
D.)Dampak positif urbanisasi
-Meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat pedesaan
-Mengurangi jumlah pengangguran
-Masyarakat pedesaan dapat mampu memberikan kemajuan di desa berbekal kemampuan yang dimiliki di kota
-Menjalin kerjasama antara masyarakat perkotaan dan pedesaan
E.)Dampak negatif urbanisasi
-Perkotaan semakin padat dengan adanya urbanisasi
-Kemacetan lalu lintas
-Menurun nya tenaga kerja di desa
-Timbulnya pengangguran di perkotaan

   Urbanisasi,perpindahan masyarakat pedesaan ke perkotaan menurut saya sangat tidak efektif karena di desa merupakan faktor penyokong masyarakat indonesia menjadi makmur,maka solusi agar masyarakat pedesaan tetap tinggal di desa contohnya adalah menyediakan lapangan kerja yang memadai dan cukup beserta fasilitas-faslitas penunjangnya,menaikan upah tinggi dalam hal ini pemerintah harus berperan langsung dalam mengatasi urbanisasi untuk memecahkan masalah yang ada di desa agar tidak banyak masyarakat desa berpindah ke kota.


B.Kesimpulan
   Jadi menurut saya agar urbanisasi tidak terjadi dalam jumlah yang tinggi adalah peranan pemerintah yang harus mengefektifkan lapangan kerja di pedesaan,memberikan upah tinggi,menyediakan fasilitas yang memadai dan moderen sehingga masyarakat pedesaan tetap tinggal di desa dan tidak terjadi penurunan tenaga kerja di desa ataupun membuat masyarakat perkotaan semakin padat dan sempit.Industri rumahan bisa menjadi solusi agar masyarakat pedesaan bisa bekerja sebagai faktor pendukung peranan pemerintah dalam menjalankan kontribusinya.

~DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar