Minggu, 02 Desember 2018

MANUSIA DAN HARAPAN

MANUSIA DAN HARAPAN

NAMA : APRINO BAGUS SADEWO
KELAS : 1ID01
NPM : 30418992


BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
    Harapan berasal dari kata harap yaitu,keinginan supaya suatu terjadi atau sesuatu yang belum terwujud.Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk yang dikaruniai akan akal dan budi, melalui akal dan budi tersebutlah timbul sebuah keinginan atau asa yang kita kenal secara umum dengan harapan. Harapan yang dimiliki seseorang juga datang atas dasar pengalaman yang sebelumnya telah dilalui oleh orang tersebut. Kebutuhan akan sesuatu juga merupakan pemicu timbulnya harapan.
    Dalam dunia psikologi harapan merupakan kata kunci yang sangat amat penting, harapan mengandung berbagai macam rangkaian emosi seperti kesenangan, perasaan kekaguman, dan kegembiraan. Harapan membantu kita untuk membangun diri kita dalam berbagai aspek. Seseorang dikatakan  tidak dapat hidup tanpa harapan.
B.Rumusan Masalah
   -Pengertian Harapan
   -Apa sebab manusia mempunyai harapan
   -Pengertian Doa
   -Kepercayaan
   -Kepercayaan dan usaha untuk meningkatkannya






BAB II
PEMBAHASAN

A.Pengertian Harapan
    Setiap manusia pasti memiliki harapan untuk kehidupan yang akan datang.Harapan biasanya memiliki nilai baik,harapan dalam kehidupan manusia merupakan cita-cita, keinginan, penantian, kerinduan supaya sesuatu itu terjadi. Dalam menantikan adanya sesuatu yang terjadi dan diharapkan, manusia melibatkan manusia lain atau kekuatan lain di luar dirinya supaya sesuatu terjadi, selain hasil usahanya yang telah dilakukan dan ditunggu hasilnya. Jadi, yang diharapkan itu adalah hasil jerih payah dirinya dan bantuan kekuatan lain.
    Harapan itu ada karena manusia hidup. Manusia hidup penuh dengan dinamikanya, penuh dengan keinginannya atau kemauannya. Harapan untuk setiap orang berbeda-beda kadarnya. Orang yang wawasan berpikirnya luas, harapannya pun akan luas. Demikian pula orang yang wawasan berpikirnya sempit, maka akan sempit pula harapannya.
B.Penyebab Manusia Mempunyai Harapan
    Penyebab manusia mempunyai harapan adalah dorongan kodrat manusia sebagai makhluk sosial. Dorongan kodrat adalah sifat,keadaan atau pembawaan alamiah sejak manusia di ciptakan. Dorongan itulah yang menyebabkan manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup dan untuk memenuhinya manusia harus bekerja sama dengan orang lain.
    Tidak hanya orang yang masih hidup saja yang mempunyai harapan,orang yang sudah meninggal pun mempunyai harapan,biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli waris nya.Tentang besar kecilnya harapan seseorang dapat di tentukan oleh kepribadian orang itu sendiri.Untuk itu dengan memiliki kepribadian yang kuat kita akan dapat mengontrol harapan se efektif dan se efisien mungkin sehingga hasilnya tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain untuk masa kini dan masa yang akan datang.

C.Pengertian Doa
    Doa berasal dari bahasa arab du'a'. Dalam Al-Qur'an banyak sekali yang disebut dengan lafazh dua' ini, yang memiliki arti yang berbeda-beda antara lafazh satu dengan yang lainnya, antara lain al-ibadat, yakni ibadahnya makhluk untuk khaliq yaitu memohon pertolongan atau bnatuan kepada zat yang mahakuasa. Sedangkan al-nida' berarti memanggil, yakni panggilan hamba terhadap Allah yang Mahamendengar; al-su'al, yakni permintaan atau permohonan dari makhluq yang rendah kepada khaliq yang Mahatinggi.

    Sedangkan secara istilah atau terminologi, bahwa pengertian doa atau definisi doa seperti yang dikatakan oleh Al-Thiby, doa adalah melahirkan kehinaan dan kerendahan diri dalam keadaan tiada berdaya dan tiada berkekuatan dan kemudian menyatakan hajat, keperluan, ketundukan kepada Allah Swt". 
    Doa adalah memanjatkan permohonan dan harapan kepada Allah swt. Berdoa tidak bisa dilakukan hanya dengan mengucapkan permohonan dan harapan di bibir saja, namun berdoa juga dengan memahami terhadap apa yang telah diucapkan dan diiringi dengan kekhusyukan serta dengan keikhlasan hati. Rasulullah saw, sangat menganjurkan untuk seseorang berdoa dan memperingatkan orang yang tidak ingin berdoa. 
    Allah swt berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya aku mengabulkan doamu.Sesungguhnya orang yang menyombongkan diri dan menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina.Doa merupakan inti ibadah dan tidak ada yang mulia disis Allah selain doa dan doa merupakan senjata orang beriman, tiang agama, sercahaya langit dan bumi.
   Dengan doa, dapat melembutkan kerasnya  qadha dan menolak bala bencana. Dengan banyaknya berdoa membuat doa di perkenankan dan dicintai oleh Allah SWT.Doa merupakan zikir kepada Allah SWT. Bahkan doa lebih dalam daripada hanya sekedar zikit atau ingat kepada Allah SWT. Doa juga adalah aktivitas ibadah kepada Allah SWT. 



D.Kepercayaan
   Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap sebagai wahyu dari Allah SWT. Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang paling besar. Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu, dasarnya ialah keyakinan masing-masing.  
    Menurut (Moorman, 1993),Kepercayaan adalah kemauan seseorang untuk bertumpu pada orang lain dimana kita memiliki keyakinan padanya. Kepercayaan merupakan kondisi mental yang didasarkan oleh situasi seseorang dan konteks sosialnya. Ketika seseorang mengambil suatu keputusan, ia akan lebih memilih keputusan berdasarkan pilihan dari orang- orang yang lebih dapat ia percaya dari pada yang kurang dipercayai (Moorman, 1993).
   Menurut (Rousseau et al 1998), kepercayaan adalah wilayah psikologis yang merupakan perhatian untuk menerima apa adanya berdasarkan harapan terhadap perilaku yang baik dari orang lain. Kepercayaan konsumen didefinisikan sebagai kesediaan satu pihak untuk menerima resiko dari tindakan pihak lain berdasarkan harapan bahwa pihak lain akan melakukan tindakan penting untuk pihak yang mempercayainya, terlepas dari kemampuan untuk mengawasi dan mengendalikan tindakan pihak yang dipercaya 
   Menurut (Doney dan Canon 1997) bahwa penciptaan awal hubungan mitra dengan pelanggan didasarkan atas kepercayaan. Hal yang senada juga dikemukakan oleh McKnight, Kacmar, dan Choudry (dalam Bachmann & Zaheer, 2006), menyatakan bahwa kepercayaan dibangun sebelum pihak-pihak tertentu saling mengenal satu sama lain melalui interaksi atau transaksi. Kepercayaan secara online mengacu pada kepercayaan dalam lingkungan virtual.




E.Kepercayaan Dan Usaha Untuk Meningkatkannya
     Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap sebagai wahyu dari Allah SWT. Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang paling besar. Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu, dasarnya ialah keyakinan masing-masing.Kepercayaan di bedakan menjadi 4 yaitu :
1.Percaya kepada Diri Sendiri
   Ini ditanamkan pada diri manusia yang memang harus di teguhkan di hati. Percaya terhadap diri sendiri menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang di serahkan atau di percayakan kepadanya. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa Percaya.
2.Percaya Kepada Orang lain
   Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya ternadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya karna ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu harus dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.
3.Percaya Kepada Pemerintahan
   karena pada dasarnya negara berorientasi pada Tuhan dan kepentingan rakyat, sudah seharusnya kalau sebagai warga negara mempercayai pemerintah / negara. Berdasarkan pandanganteokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir.Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan.Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik kedaulatan sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih oleh Tuhan pula (kerajaan).


4.Percaya Kepada Tuhan
   Merupakan hal yang sangat penting percaya kepada Tuhan. Dikarenakan keberadaan manusia yang tidak dengan sendirinya melainkan diciptakan oleh Tuhannya. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran.Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat itu tidak mempunyai kepercayaan kepada Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan daya kekuatannya.Oleh karcna itu jika manusia berusaha agar mendapat pertolongan dari padanya, manusia harus percaya kepada Tuhan, sebab Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan konsekuensinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut.
   Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan  rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha  itu  bergantung   kepada  pribadi  kondisi, situasi, dan  lingkungan. Usaha itu antara lain :
- Menyebutkan usaha manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya.
- Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
- Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat
- Meningkatkan kecintaan kita terhadap sesama manusia dengan jalan     suka menolong,dermawan dan sebagainya
- Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan
- Menekan perasaan negatif seperti iri,dengki,fitnah dan sebagainya







BAB III
KESIMPULAN
        Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud.Namun adakalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup.Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. 
















DAFTAR PUSTAKA
-https://tulisankamila.wordpress.com
-https://nathaniaseptavy.wordpress.com
-https://artikelsiana.com
-https://satyaariyono.wordpress.com
-https://aisyahtyasmaharani.wordpress.com










Sabtu, 01 Desember 2018

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

NAMA : APRINO BAGUS SADEWO
KELAS : 1ID01
NPM : 30418992


BAB 1
PENDAHULUAN.

1.Latar Belakang
   Manusia dalam hidupnya tak lepas dari permasalahan. Manusia dalam hidupnya pasti pernah mengalami kegelisahan. Gelisah tergolong penyakit batin, penyakit ini dapat menyerangsiapa saja, dari golongan apa, dan bangsa apapun. Bila dibandingkan dengan rasa takut, daerah operasinya lebih luas. Sebab orang yang pemberani, tak mungkin diserang oleh rasa takut. Atau orang yang mempunyai obat penangkal takut juga tidak akan dijamahnya.
   Kegelisahan merupakan rasa kekhawatiran yang ada dalam diri manusia, rasa ini disebabkan karena kurang tentramnya jiwa seseorang tersebut, atau rasa tidak tenang (tidak sabar) yang menyebabkan rasa gelisah ini mincul. Pada hakekatnya sebab-sebab orang gelisah disebabkan karena rasa takut pada hak-haknya. Namun terlepas dari itu usaha untuk mengatasi kegelisan sangatlah perlu. Yaitu dengan dimulai dari diri kita sendiri, dengan bersikap tenang dan tidak terbawa pengaruh emosi dalam jiwa kita. Karena jiwa kita sendirilah yang dapat kita kontrol untuk terlepas dari rasa kegelisahan.
   Kegelisahan yang sering terjadi pada manusia adalah disaat seseorang pernah melakukan sebuah perbuatan buruk. Hal ini lah yang membuat seseorang mengalami kegelisahan. Hatinya tidak tenang, dia merasa cemas. Karena terlalu memikirkan perbuatan buruk yang sudah dilakukannya. Akhirnya orang tersebut terlihat murung, menyendiri dan merasa kesepian dan terasing.
2.Rumusan Masalah
   -Pengertian Kegelisahan                        -Usaha-usaha mengatasi
    -Sebab-sebab orang gelisah                  ketidakpastian.
    -Usaha-usaha mengatasi kegelisahan
    -Keterasingan
    -Kesepian
    -Ketidakpastian



BAB II
PEMBAHASAN

A.Pengertian Kegelisahan
    Kegelisahan berasal dari kata “gelisah” yang mempunyai arti rasa yang tidak tentram di hati atau merasa selalu khawatir, tidak dapat tenang (tidurnya), tidak sabar lagi (menanti), cemas dan sebagainya. Manusia dalam hidupnya akan mengalami kegelisahan dan Kegelisahan yang cukup lama akan menghilangkan kemampuan untuk merasa bahagia.
    Manusia selama ini seringkali tenggelam dalam kegelisahan. Berbagai penyebab kegelisahan telah menyita waktu dan perhatian manusia, namun masih banyak yang tidak menyadari betapa mengganggunya kegelisahan itu. Jadi, kegelisahan merupakan sesuatu yang unik sebagai manifestasi dari perasaan tidak tenteram, khawatir, ataupun        cemas.
    Kegelisahan dapat diketahui dari gejala tingkah laku seseorang dalam situasi tertentu. Gejala gerak gerik atau tingkah laku itu umumnya lain dari biasanya, sebagai contonya duduk merenung sambil memegang kepala, duduk dengan wajah murung, dan lain-lain. kegelisahan juga merupakan ekspresi dari kecemasan.
    Hal ini terjadi karena manusia memiliki kebatasan untuk dapat mengetahui hal-hal yang akan datang atau yang belum terjadi. Manusia gelisah karena takut terhadap dosa-dosa dan pelanggaran (yang telah dilakukan), takut terhadap hasil kerja (tidak memenuhi kepuasan spiritual), takut akan kehilangan milik (harta dan jabatan), atau takut menghadapi keadaan masa depan (yang tidak disukai). Sedangkan sumber kegelisahan berasal dari dalam diri manusia (internal) misalnya rasa lapar, haus, rasa sepi, dan dari luar diri manusia (eksternal) misalnya kegelisahan karena diancam seseorang.

B.Sebab-Sebab Orang Gelisah
-  Gelisah terhadap dosa-dosa dan pelanggaran ( yang telah dilakukan )
-  Gelisah terhadap hasil kerja ( tidak memenuhi kepuasan spiritual)
-  Takut akan kehilangan milik ( harta dan jabatan )
-  Takut menghadapi keadaan masa depan ( yang tidak disukai )

C.Usaha-Usaha Mengatasi Kegelisahan
1.Belajarlah menjadi objektif.
   Jika anda merasa tidak bisa melakukan hal tertentu, cobalah bayangkan jika anda menjadi orang lain. Pikirkan apa yang akan anda katakan pada orang lain di situasi anda. Misalnya, jika anda gelisah saat anda akan pergi ke pesta di mana anda tidak mengenal banyak orang atau akan mengikuti wawancara kerja, pikirkan saran yang akan anda berikan pada orang lain dengan situasi yang sama. Jika anda melihat dari sudut pandang tersebut, anda akan bisa melihat bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan anda akan sukses jika anda berusaha.
2.Tuliskan ketakutan anda.
   Tuliskan apa yang membuat anda gelisah, dan faktor apa saja yang membuat anda merasa anda tidak bisa mencapai hal apapun. Baca tulisan tersebut dan tanyakan pada diri anda, ketakutan mana yang rasional dan ketakutan mana yang hanya berupa hasil pemikiran negatif. 
3.Ingatlah semua keberhasilan yang anda miliki.
   Alih-alih berfokus pada saat-saat di mana anda mempermalukan diri anda sendiri, gagal melakukan sesuatu, atau terlihat bodoh, berfokuslah pada hal-hal yang anda lakukan dengan baik. Pikirkan keberhasilan yang anda dapatkan di sekolah, pertemanan yang anda jaga dengan baik, atau saat-saat di mana anda membuat banyak orang tertawa karena selera humor anda yang baik. Semakin sering anda mengingatnya, semakin besar kepercayaan diri yang anda miliki, dan anda akan memiliki semakin besar kepercayaan diri di masa depan.
4.Belajarlah untuk berpikir positif.
  Jika anda sudah berpikir negatif sejak lama, rasanya sulit untuk mengenali pemikiran negatif tersebut. Jika anda selalu memberitahu diri anda bahwa anda adalah seorang pecundang, sampah masyarakat, atau tidak bisa melakukan apapun dengan benar, maka anda akan selamanya merasa seperti itu. Alih-alih, cobalah memberitahu hal positif pada diri anda sendiri sehingga anda akan dapat menangani tugas baru dengan pemikiran yang sehat dan keinginan untuk sukses.


D.Keterasingan
     Keterasingan berasal dari kata terasing, asal kata dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain,atau terpencil. Jadi, keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpisah dari yang lain atau terpencil. Apapun makna yang kita lekatkan pada istilah keterasingan, yang jelas ia merupakan bagian dari hidup manusia. Sebagai bagian dari hidup manusia, sebagaimana juga kegelisahan, maka keterasingan pun memiliki sifat universal. Ini berarti bahwa keterasingan tidak pernah mengenal perbedaan manusia. Sebentar ataukah lama setiap orang akan pernah mengalami keterasingan ini, meskipun kadar atau penyebabnya berbeda-beda.

E.Kesepian
     Emosi kompleks dan biasanya tidak menyenangkan, yang merupakan respon isolasi. Kesepian biasanya mencakup perasaan cemas terhadap kurangnya koneksi atau komunikasi dengan makhluk lain, baik di masa sekarang dan berkembang ke masa depan. Dengan demikian, kesepian bisa dirasakan bahkan saat dikelikingi oleh orang lain. Penyebab kesepian bervariasi dan meliputi faktor sosial, mental, emosional dan fisik.

F.Ketidakpastian
    Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti yang artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.


 G.Usaha-usaha mengatasi ketidakpastian
-EVALUASI HIDUP
    Hidup pada zaman dengan ketidakpastian besar memberi kita kesempatan untuk menilai diri sendiri. Menilai hidup itu tidak buruk sejauh tidak memindahkan Anda ke peran korban, di mana Anda melihat diri sendiri sebagai korban situasi. Menerima peran korban membuat kita melepaskan kekuatan. Lebih baik gunakan saat ini untuk evaluasi ulang untuk membuat keputusan-keputusan positif untuk diri sendiri dan keluarga Anda. Mungkin dengan prioritas ulang beberapa aspek dalam hidup Anda.
-FOKUS PADA YANG BISA DIATUR
    Kenali hal-hal yang benar-benar tak bisa Anda atur atau kendalikan. Artinya Anda harus secara aktif melepaskan yang tak bisa Anda atur. Kita sering bertemu dengan orang yang berpikir jika mereka terus memikirkannya, pemikiran mereka mungkin akan membantu mereka mengubah situasi. Harapan yang agak berlebihan. Katakan kepada diri sendiri, mencemaskan situasi itu tak akan mengubahnya. Serahkan semuanya kepada Tuhan karena Dia Maha Besar dan bisa melakukan hal-hal yang tak bisa kita lakukan.
-BICARA DENGAN KELUARGA TENTANG STRES
    Banyak ketidakpastian menimbulkan banyak stres. Efek stres beda-beda pada satu orang dengan yang lainnya. Membicarakan stres dan perasaan-perasaan Anda tentang hal-hal yang didatangkan ketidakpastian membuat Anda mengungkapkan stres secara positif. Tanya pada anggota keluarga Anda bagaimana efek ketidakpastian terhadap mereka. Anda mungkin akan menemukan saling pengertian yang lebih besar terhadap pengalaman satu sama lain sehingga menciptakan ikatan yang lebih dekat dalam keluarga. Dan semua orang dapat saling mendukung satu sama lain untuk melewatinya. Membuat keluarga Anda bekerja sebagai tim untuk mengatasi situasi yang membuat stres.
-SIAPKAN DIRI DAN RENCANAKAN
   Bertindak di mana Anda bisa bertindak.Semakin aktif Anda menyiapkan diri,Anda akan merasa semakin baik tentang situasi itu.Brainstorm kemungkinan-kemungkinan dan jangan hanya berpikir tentang bertindak.Lakukan apa yang bisa Anda lakukan sekarang.Buat rencana yang bisa Anda buat.



BAB III
KESIMPULAN

            kegelisahan merupakan bagian hidup manusia. Tiap manusia, dengan tidak memperdulikan  segala latar belakang dan kemampuannya, pasti akan mengalami kegelisahan, entah sebentar atau lama, relative ringan ataupun berat. Yang demikian ini boleh jadi sangat wajar mengingat manusia mempunyai hati dan perasaan.
            Berbicara tentang manusia, berbicara pula tentang media tempat manusia hidup yaitu Dunia. Untuk bisa memahami hakikat manusia maka harus pula memahami hakikat dunia dan hakikat kehidupan manusia didunia. Pada dasarnya konsep mendiami dunia mengandung arti pemenuhan kebutuhan atas aspek-aspek yang membentuk manusia. Apabila manusia tidak bisa menjaga hakikat dirinya dan hakikat hidupnya maka yang timbul adalah kegelisahan .sumber dari kegelisahan adalah hawa nafsu dan sikap pamrih (tidak ikhlas). Kedua hal ini akan menyebabkan munculnya sikap keserakahan dan konflik yang juga memunculkan ketakutan, kekecewaan, dan pada akhirnya adalah kegelisahan.












DAFTAR PUSTAKA
-https://pramelyakharisma.blogspot.com
-https://hilariadevita.wordpress.com
-https://budie13.wordpress.com
-https://id.wikihow.com
-https://saharione.blogspot.com

-https://hestisetiawardani.blogspot.com

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

NAMA : APRINO BAGUS SADEWO
KELAS : 1ID01
NPM : 30418992



BAB I
PENDAHULUAN
1.Latar Belakang
   Dalam konteks sosial manusia adalah makhluk sosial.Nilai-nilai sosial yang ada dalam kehidupan sehari-hari harus di pertanggung jawabkan sehingga tidak mengganggu konsensus nilai yang telah di setujui.Pada hakikatnya manusia hidup dengan mengemban tanggung jawab terhadap diri sendiri,keluarga,dan Tuhan yang maha esa.Jika tida ada rasa tanggung jawab manusia kehidupan manusia akan kacau dan tidak teratur,manusia akan tidak ada rasa saling menghargai jika tidak ada rasa tanggung jawab.Oleh karena itu rasa tanggung jawab harus ada dalam diri setiap manusia agar manusia dapat hidup dengan baik dan menciptakan suatu suasana kesejahteraan.
2.Rumusan Masalah
  Agar tidak ada kerancuan dan penyimpangan ini,oleh karena itu ada berberapa pembahasan dalam makalah ini antara lain :
-Pengertian Tanggung jawab
-Macam-macam tanggung jawab
-Pengabdian dan pengorbanan












BAB II
PEMBAHASAN

    A.   Pengertian Tanggung Jawab

        Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab   karena  ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa  pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya.Untuk memperoleh atau meningkatkan  kesadaran  bertanggung  jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan,penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
        Tanggung  jawab  menurut  kamus umum Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung,memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya  yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tangung  jawab juga  berarti berbuat  sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
        Pembagian kewajiban bermacam-macam dan berbeda-beda. Setiap keadaan hidup menentukan kewajiban yang tertentu. Status dan peranan menentukan kewajiban seseorag. Kewajiban dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
1.    Kewajiban terbatas: Kewajiban ini tanggung jawabnya diberlakukan kepada setiap orang sama tidak berbeda-bedakan. Contohnya undang-undang larangan membunuh,mencuri,yang di sampingnya dapat diadakan hukum-hukuman
2.    Kewajiban tidak terbatas: Kewajiban ini tanggung jawabnya diberlakukan kepada semua orang. Tanggung jawab terhadap kewajiban ini nilainya lebih tinggi,sebab dijalankan oleh suara hati,seperti keadilan dan kewajiban.
        Orang yang bertanggung jawab dapat memperoleh kebahagiaan,sebab dapat menunaikan kewajibannya. Kebahagian tersebut dapat dirasakan oleh dirinya atau orang lain. Sebaliknya,orang yang tidak bertanggung jawab akan menghadapi kesulitan,sebab ia tidak mengikuti aturan, norma,atau nilai-nilai yang berlaku.
B.Macam-Macam Tanggung Jawab.
        Tujuan manusia berjuang itu untuk memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan, yaitu kekuasaan Tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya, atas dasar ini dikenal beberapa jenis tanggungjawab sebagai berikut:
1.   Tanggung Jawab Terhadap Tuhan
       Tanggung jawab terhadap Tuhan menuntut kesadaran mau untuk memenuhi kewajiban atau pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sebagai makhluk ciptaan Tuhan, manusia haruslah bersyukur kepada Tuhan atau karunia-Nya menciptakan manusia dan memberikan rezeki kepadanya. Karena itu manusia mengabdi kepada Tuhan, dan mengabdi itu wujud tanggung jawab kepada Tuhan.
       Tuhan menciptakan manusia di muka bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupan manusia dengan  mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan YME. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang telah diatur sedemikian rupa dalam berbagai kitab suci melalui berbagai maca-macam agama.
      Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan juga dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap tuhan sebagai penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawab manusia perlu pengorbanan.
2.   Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
      Manusia diciptakan oleh Tuhan mengalami periode lahir, hidup, kemudian mati. Agar manusia dalam hidupnya mempunyai “harga”, sebagai pengisi fase kehidupannya itu maka manusia tersebut atas namanya sendiri dibebani tanggung jawab. Sebab apabila tidak ada tanggung jawab terhadap dirinya sendiri maka tindakannnya tidak terkontrol lagi. Intinya dari masing-masing individu dituntut adanya tanggung jawab untuk melangsungkan hidupnya di dunia sebagai makhluk Tuhan.


3.   Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
       Keluarga merupakan masyarakat kecil yang terdiri dari suami, istri, ayah, ibu, anak-anak dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Setiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut banyak hal, salah satu diantaranya adalah tanggung jawab menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, dan kehidupan. Untuk memenuhi tanggung jawab dalam keluarga kadang-kadang diperlukan pengorbanan.
4.   Tanggung jawab terhadap masyarakat
       Pada hakekatnya manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, sesuai dengan kedudukanya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila semua tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.

C.Pengertian Pengabdian Dan Pengorbanan
        Pengabdian adalah perbuatan baik berupa pikiran, pendapat atau pun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, antara lain kepada rasa cinta, kasih sayang, hormat, atau suatu ikatan yang semua dilakukan dengan ikhlas. Wujud tanggungjawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pegorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggungjawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencapai kebutuhan, hal itu berarti mengabdi keapada keluarga.
        Hakikat timbulnya pengabdian adalah rasa tanggung jawab. Apabila seseorang bekerja keras dari pagi sampai sore hari dibeberapa tempat untuk  mencari kebutuhan rumah tangga, berarti mengabdi kepada keluarga karena kasih sayang cinta kepada keluarga. Pengabdian dibagi menjadi beberapa macam, antara lain sebagai berikut:



1.Pengabdian kepada keluarga
    Pada hakekatnya manusia hidup berkeluarga. Hidup keluarga tersebut didasarkan atas cinta dan kasih sayang. Kasih sayang mengandung serta menyebabkan adanya pengabdian dan pengorbanan. Apabila kasih sayang tidak disertai pengabdian. Berarti kasih sayang itu palsu atau semu. Pengabdian kepada keluarga dapat berupa pengabdian kepada isti atau anak-anakn dan juga pengabdian kepada orang tuanya, istri mengabdi kepada suami dan anak -anak mengabdi kepada orang tuanya.
2. Pengabdian kepada masyarakat
    Manusia adalah anggota masyarakat, ia tidak dapat hidup tanpa orang lain, karena setiap orang saling membutuhkan satusama lain, bila manusia yang hidup di masyarakat tetapi tidak menganggap orang lain disekitarnya (tidak mau bermasyarakat) maka ketika dia mempunyai suatu masalah, kesulitan yang luar biasa, maka masyarakat tidak akan membantunya. Cepat atau lambat, manusia yang demikian akan menyadari bahwa mereka adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dan pada akhirnya kembali kepada masyarakat. Demi masyarakat, anggota masyarakat harus mengabdikan dirinya kepada kepada masyarakat, mempunyai rasa tanggung jawab terhadap masyarakat, sebab nama baik ia tinggal membawa nama baiknya pula.
3. Pengabdian pada Negara
    Manusia pada hakekatnya adalah makhluk berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, manusia sebagai warga negara suatu bangsa harus memiliki tanggung jawab serta kasih sayang terhadap negaranya. Kasih sayang manusia terhadap negaranya biasanya berbentuk sebuah pengabdian. Pengabdian bisa berupa perjuangan yang dilakukan oleh manusia tersebut agar suatu negara terbebas dsri penjajahan dan menuju ke arah yang lebih maju.
4. Pengabdian kepada Tuhan
    Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, manusia wajib mengabdikan dirinya kepada Tuhan yang telah menciptakannya. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan dengan melaksanakan tugasnya sebagai seorang hamba, dan hal tersebut merupakan perwujudan tanggung jawabnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.




BAB III
KESIMPULAN
        Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tinggkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran dan kewajibannya. Seseorang mau bertanggungjawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbulnya tanggungjawab itu karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam.














                                  DAFTAR PUSTAKA
-https://diankusumawatit7.blogspot.com
-https://makalahmahasiswakampus.blogspot.com
-https://duniasynopsis.blogspot.com
-https://chuznoeluviena.blogspot.com



Senin, 19 November 2018

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

NAMA : APRINO BAGUS SADEWO
KELAS : 1ID01
NPM : 30418992






BAB I
PENDAHULUAN

  1.       Latar Belakang
Setiap manusia memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda. Pengelompokkan pandangan hidup yang berbeda-beda akan menciptakan paham atau aliran. Aliran–aliran tersebut, misalnya individualisme, sosialisme, kapitalisme, dan lain-lain. Pandangan hidup tidak terlepas dari masalah nilai dalam kehidupan manusia. Pandangan hidup merupakan wujud pertama kebudayaan yang tidak terlepas dari nilai budaya.  

BAB II
PEMBAHASAN
A.    PANDANGAN HIDUP
             Menurut KBBI pandangan hidup merupakan konsep yang dimiliki seseorang atau golongan di dalam masyarakat yang bermaksud menggapi dan menerangkan segala masalah di dunia ini.
            Menurut Rohiman bahwa pandangan hidup terkandung konsep dasar dan nilai-nilai mengenai kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa serta terkandung pikiran-pikiran yang terdalam mengenai wujud suatu bangsa. Atauu merupakan bentuk kristalisasi dari nilai-nilai yang dimilikinya sendiri, yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya.
            Pandangan hidup adalah nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, yang dipilih secara selektif oleh para individu dan golongan di daam masyarakat. Pandanag hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup itu tak dapat dipisahkan dengan kehidupan. ( Suyadi, M. P .,1985 ) Sistem nilai budaya serinhg juga merupakan pandangan hidup atau Word View bagi manusia yang menganutnya. Apabila “ system nilai” merupakan pedoman hidup yang dianut oleh sebagian besar masyarakat, “ pandangan hidup” merupakan suatu system pedoman yang dianut oleh golongan-golongan atau, lebih sempit lagi oleh individu-individu khusus di dalam masyarakat.
            Pandangan hidup merupakan bagian hidup manusia. Pandangan hidup mencerminkan citra diri seseorang karena pandangn hidup itu mencerminkan cita-cita atau aspirasinya ( Manuel Kasiepo, 1982 ). Apa yang dikatakan oleh seseorang adalah pandangan hidup karena dipengaruhi oleh pola berfikir tertentu.
            Sifat pandangan hidup elastis, bergantung apda situasi kondisi, tidak selemanya bersifat principal atau hakiki. Bahkan pandangan hidup dapat terjadi tidak dengan kesadaran atau “ kesadaran yang dinyatakan “ , tetapi “ kesadaran yang tak dinyatakan “ , sebagai akibat kepengapan kondisi. Pandangan Kasiepo ini dapat terjadi pula untuk suatu ideology yang oleh Abdurrahman Wahid ( 1985 ) disebut Reideologisasi dengan pola ideology alternative, yaitu rangkuman dari berbagai sumber dan reideologi kultural, yaitu menyusun serangkaian nilai oleh masyarakat.
         I.            Sumber Pandangan Hidup
Pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
1.    Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya ( pandangan hidup seorang muslim ) pandangan hidup ini memiliki kebenaran mutlak. Sebagai contoh, pandangan hidup muslim ( orang islam ) bersumber dari al-qur’an dan sunnah ( sikap, perkataan, dan perbuatan Nabi Muhammad SAW ). Jadi pandangan hidup seorang muslim ialah pandangan muslim yang setia kepada islam tentang berbagai masalah asasi hidup manusia, merupakan jawaban muslim yang oriented mengenai berbagai persoalan pokok hidup manusia, yang disimpulkannya dari al-qur’an surat( 67 : 2 ) dan sunnah.






Pandangan hidup muslim terdiri atas :
a. Pedoman hidup ialah al-qur’an ( Q:2:2 ) dan as sunnah
b. Dasar hidupnya ialah islam.
c. Tujuan hidupnya :
1.      Berdasarkan arahnya ialah
a)      Tujuan hidup vertikal mendapat keridhoan Allah SWT (Q.S : 2 :207)
b)      Tujuan hidup horizontal kebahagiaan dunia dan akhirat (Q.S : 2 : 201) serta menjadi rahmat bagi seluruh alam (Q.S : 21 : 107)
2.      Ditinjau dari segi lingkungan (Q.S : 34 :15)
      II.            Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
   III.            Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.





B.   TANGGUNG JAWAB

1.    Pengertian Tanggung Jawab
   
     Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
    Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau  perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai wujudan kesadaran akan kewajibannya. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang bertang­gung jawab.Disebut demikian karena manusia, selain merupa­kan makhluk individual dan makhluk sosial, juga merupakan makhluk ‘I’uhan. Manusia memiliki tuntutan yang besar untuk bertanggung jawab mengingat ia mementaskan sejumlah peranan dalam konteks sosial, individual ataupun teologis.
    Dalam konteks sosial manusia merupakan makhluk sosial.Ia tidak dapat hidup sendirian dengan perangkat nilai-nilai sclera sendiri. Nilai-nilai yang diperankan seseorang dalam ja­minan sosial harus dipertanggungjawabkan sehingga tidak meng­ganggu konsensus nilai yang telah disetujui bersama. Masalah tanggung jawab dalam konteks individual berkait­an dengan konteks teologis.Manusia sebagai makhluk indivi­dual artinya manusia harus bertanggung jawab terhadap diri­nya (seimbangan jasmani dan rohani) dan harus bertanggung jawab terhadap Tuhannya (sebagai penciptanya). Tanggung jawab manusia terhadap dirinya akan lebih kuat intensitasnya apabila ia mentiliki kesadaran yang mendalam. Tanggung jawab manusia terhadap dirinya juga muncul sebagai akibat keyakin­annya terhadap suatu nilai.
    Demikian pula tanggung jawab manusia terhadap Tuhan­nya, manusia sadar akan keyakinan dan ajaran-Nya. Oleh karena itu manusia harus menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya agar manusia dijauhkan dari perbuatan keji dan munkar.
    Tanggung jawab dalam konteks pergaulan manusia adalah keberanian.Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang berani menanggung resiko atas segala yang menjadi tanggung jawabnya. Ia jujur terhadap dirinya dan jujur terhadap orang lain, tidak pengecut dan mandiri. Dengan rasa tanggung jawab, orang yang bersangkutan akan berusaha melalui seluruh po­tensi dirinya. Selain itu juga orang yang bertanggung jawab adalah orang yang mau berkorban demi kepentingan orang lain.

2.      Macam – macam tanggung jawab
Manusia itu berjuang memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia akan menghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan yaitu kekuasaan Tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya. Atas dasar ini, dikenal jenis-jenis atau macam-macam dari tanggung jawab.
a.       Tanggung Jawab manusia terhadap diri sendiri
Menurut sifatnya manusia adalah makhluk bermoral. Akan tetapi manusia juga seorang pribadi, dan sebagai makhluk pribadi manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, angan-angan untuk berbuat ataupun bertindak, sudah barang tentu apabila perbuatan dan tindakan tersebut dihadapan orang banyak, bisa jadi mengundang kekeliruan dan juga kesalahan. Untuk itulah agar maanusia itu dalam mengisi kehidupannya memperoleh makna, maka atas diri manusia perlu diberi Tanggung Jawab.
b.      Tanggung Jawab kepada keluarga
 Masyarakat kecil ialah keluarga. Keluarga adalah suami-istri, ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang-orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung Jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi Tanggung Jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.

c.       Tanggung Jawab kepada masyarakat
Satu kenyataan pula, bahwa manusia adalah makhluk sosial. Manusia merupakan anggota masyarakat. Karena itu, dalam berpikir, bertingkah laku, berbicara, dan sebagainya manusia terikat oleh masyarakat. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
Secara kodrati dari sejak lahir sampai manusia mati, memerlukan bantuan orang lain. Terlebih lagi pada zaman yang sudah semakin maju ini. Secara langsung maupun tidak langsung manusia membutuhkan hasil karya dan jasa orang lain untuk memenuhi segala kebutuhan hidup. Dalam kondisi inilah manusia membutuhkan dan kerjasama dengan orang lain.
Kekuatan pada manusia pada hakikatnya tidak terletak pada kemampuan fisik ataupun kemampuan jiwanya saja, namun juaga terletak pada kemampuan manusia bekerjasama dengan manusia lain. Karena dengan manusia lain, mereka dapat menciptakan kebudayaan yang dapat membedakan manusia dengan makhluk hidup lain. Yang menyadarkan manusia ada tingkat mutu, martabat dan harkat, sebagai manusia yang hidup pada zaman sekarang dan akan datang.
Dalam semua ini nampak bahwa dalam mempertahankan hidup dan mengejar kehidupan yang lebih baik, manusia mustahil dapat mutlak berdiri sendiri tanpa bantuan atau kerjasama dengan orang lain. Kenyataan ini menimbulkan kesadaran bahwa segala yang dicapai dan kebahagiaan yang dirasakan oleh manusia pada dasarnya berkat bantuan atau kerjasama dengan orang lain didalam masyarakat. Kesadaran demikian melahirkan kesadaran bahwa setiap manusia terpanggil hatinya untuk melakukan apa yang terbaik bagi orang lain dan masyarakat. Boleh jadi inilah Tanggung Jawab manusia yang utama dalam hidup kaitannya dengan masyarakat.

d.      Tanggung Jawab kepada Bangsa/Negara
Satu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individual adalah warga nagara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat olah norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semau sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara.


e.       Tanggung Jawab kepada Tuhan
 Manusia ada tidak dengan sendirimya, tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia dapat mengembangkan diri sendiri dengan sarana-sarana pada dirinya yaitu pikiran, perasaan, seluruh anggota tubuhnya, dan alam sekitarnya.
Dalam mengembangkan dirinya manusia bertingkah laku dan berbuat. Sudah tentu dalam perbuatannya manusia membuat banyak kesalahan baik yangdisengaja maupun tidak. Sebagai hamba Tuhan, manusia harus bertanggung jawab atas segala perbuatan yang saalah itu atau dengan istilah agama atas segala dosanya.
Dalam kehidupan sehari-hari manusia bersembahyang sesuai dengan perintah Tuhan. Apabila tidak bersembahyang, maka manusia itu harus mempertanggung jawabkan kelalaiannya itu diakhirat kelak.
Manusia hidup dalam perjuangan, begitu firman Tuhan. Tetapi bila manusia tidak bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya, maka segala akibatnya harus dipikul sendiri, penderitaan akibat kelalaian adalah tanggung jawabnya. Meskipun manusia menutupi perbuatannya yang salah dengan segala jalan sesuai dengan kondisi dan kemampuannya, misalnya dengan hartanya, kekuasaannya, atau kekuatannya (ancaman), namun manusia tak dapat lepas dari tanggung jawabnya kepada Tuhan.


C.    HARAPAN MANUSIA
a.       Pengertian Harapan
Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud. Namun adakalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.
Beberapa pendapat menyatakan bahwa esensi harapan berbeda dengan "berpikir positif" yang merupakan salah satu cara terapi/ proses sistematis dalam psikologi untuk menangkal "pikiran negatif" atau "berpikir pesimis".



b.    MANUSIA DAN HARAPAN
Harapan dalam kehidupan manusia merupakan cita-cita, keinginan, penantian, kerinduan supaya sesuatu itu terjadi. Dalam menantikan adanya sesuatu yang terjadi dan diharapkan, manusia harus melibatkan manusia lain atau kekuatan lain di luar dirinya supaya sesuatu terjadi atau terwujud.
Menurut macamnya ada harapan yang optimis dan harapan pesimistis (tipis harapan). Harapan yang optimis artinya sesuatu yang akan terjadi itu sudah memberikan tanda-tanda yang dapat dianalisis secara rasional, bahwa sesuatu yang akan terjadi akan muncul pada saatnya. Dan harapan yang pesimistis ada tanda-tanda rasional tidak akan terjadi.
Harapan itu ada karena manusia hidup. Manusia hidup penuh dengan keinginannya atau maunya. Setiap manusia memiliki harapan yang berbeda-beda, orang yang berpikir luas, harapannya pun akan luas. Begitupun sebaliknya, orang yang berpikir sempit maka harapannya juga akan sempit.
Harapan itu bersifat manusiawi dan dimiliki semua orang. Dalam hubungannya dengan pendidikan moral, untuk mewujudkan harapan perlu di wujudkan hal-hal sebagai berikut :
1)    Harapan apa yang baik
2)    Bagaimana cara mencapai harapan itu
3)    Bagaiman bila harapan tidak tercapai
Jika manusia mengingat bahwa kehidupan tidak hanya di dunia saja namun di akhirat juga, maka sudah selayaknya harapan manusia untuk hidup di kedua tempat tersebut bahagia. Dengan begitu manusia dapat menyelaraskan kehidupan antara dunia dan akhirat, dan selalu berharap bahwa hari esok lebih baik dari pada hari ini. Namun kita sebagai manusia harus sadar bahwa harapan tidak selamanya menjadi kenyataan dan terwujud.


 Langkah Berpandangan Hidup Yang Baik

Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup apapun dan bagaimanapun itu untuk dapat mencapai dan berhasil dalam kehidupan yang diinginkannya. Tetapi apapun itu, yang terpenting adalah memiliki pandangan hidup yang baik agar dapat mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik pula. Adapun langkah-langkah berpandangan hidup yang baik yakni:
  • Mengenal


Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup, maka kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak manusia itu ada, dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu belum turun ke dunia
  • Mengerti


Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bemegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bemegara. Begitu juga bagi yang berpandangan hidup pada agama Islam. Hendaknya kita mengerti apa itu Al-Qur’an, Hadist dan ijmak itu dan bagaimana ketiganya itu mengatur kehidupan baik di dunia maupun di akhirat.
  • Menghayati


Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hdiup itu sendiri.
Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan mernperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati ini, menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya kepada orang yang dianggap lebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi dengan menghayati pandangan hidup kita akan memperoleh mengenai kebenaran tentang pandangan hidup itu sendiri.
  • Meyakini


Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari kehidupan di akherat, maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
  • Mengabdi     


Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya. Sedangkan perwujudan manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan manfaat itu sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akhirat.


BAB III

PENUTUP


 Kesimpulan

Pandangan hidup merupakan bagaimana manusia memandang kehidupannya. Setiap orang memiliki pandangan hidup yang berdeda-beda dan melahirkan suatu paham. Wujud pandangan hidup manusia berkaitan dengan cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup. Cita-cita merupakan pandangan hidup di masa yang akan datang. kebajikan secara nyata dan dapat dirasakan melalui tingkah lakunya. Dan, dalam hal ini, tingkah laku manusia sebagai perwujudan kebajikan inilah yang akan dikemukakan karena wujudnya dapat dilihat dan dirasakan. Karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri yang berbeda dari orang lain dan tergantung dari pembawaan, lingkungan, dan pengalaman. Dalam setiap perbuatan, manusia harus memahami etika yang berlaku dalam masyarakat. Sehingga kehidupan dalam memasyarakat menjadi tenang dan tentram.


DAFTAR PUSTAKA

http://cahayacinaga.blogspot.com

http://rahmansaifwidarto.blogspot.com

https://rayrizqie.blogspot.com