MANUSIA
DAN HARAPAN
NAMA
: APRINO BAGUS SADEWO
KELAS
: 1ID01
NPM
: 30418992
BAB
I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Harapan berasal dari kata harap
yaitu,keinginan supaya suatu terjadi atau sesuatu yang belum terwujud.Manusia
pada hakikatnya merupakan makhluk yang dikaruniai akan akal dan budi, melalui
akal dan budi tersebutlah timbul sebuah keinginan atau asa yang kita kenal
secara umum dengan harapan. Harapan yang dimiliki seseorang juga datang atas
dasar pengalaman yang sebelumnya telah dilalui oleh orang tersebut. Kebutuhan
akan sesuatu juga merupakan pemicu timbulnya harapan.
Dalam dunia psikologi harapan merupakan
kata kunci yang sangat amat penting, harapan mengandung berbagai macam
rangkaian emosi seperti kesenangan, perasaan kekaguman, dan kegembiraan.
Harapan membantu kita untuk membangun diri kita dalam berbagai aspek. Seseorang
dikatakan tidak dapat hidup tanpa harapan.
B.Rumusan Masalah
-Pengertian Harapan
-Apa sebab manusia mempunyai harapan
-Pengertian Doa
-Kepercayaan
-Kepercayaan dan usaha untuk meningkatkannya
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian
Harapan
Setiap manusia pasti memiliki harapan untuk
kehidupan yang akan datang.Harapan biasanya memiliki nilai baik,harapan dalam
kehidupan manusia merupakan cita-cita, keinginan, penantian, kerinduan supaya
sesuatu itu terjadi. Dalam menantikan adanya sesuatu yang terjadi dan
diharapkan, manusia melibatkan manusia lain atau kekuatan lain di luar dirinya
supaya sesuatu terjadi, selain hasil usahanya yang telah dilakukan dan ditunggu
hasilnya. Jadi, yang diharapkan itu adalah hasil jerih payah dirinya dan
bantuan kekuatan lain.
Harapan itu ada karena manusia hidup.
Manusia hidup penuh dengan dinamikanya, penuh dengan keinginannya atau
kemauannya. Harapan untuk setiap orang berbeda-beda kadarnya. Orang yang
wawasan berpikirnya luas, harapannya pun akan luas. Demikian pula orang yang
wawasan berpikirnya sempit, maka akan sempit pula harapannya.
B.Penyebab
Manusia Mempunyai Harapan
Penyebab manusia mempunyai harapan adalah
dorongan kodrat manusia sebagai makhluk sosial. Dorongan kodrat adalah
sifat,keadaan atau pembawaan alamiah sejak manusia di ciptakan. Dorongan itulah
yang menyebabkan manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup dan untuk
memenuhinya manusia harus bekerja sama dengan orang lain.
Tidak hanya orang yang masih hidup saja
yang mempunyai harapan,orang yang sudah meninggal pun mempunyai
harapan,biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli waris nya.Tentang besar
kecilnya harapan seseorang dapat di tentukan oleh kepribadian orang
itu sendiri.Untuk itu dengan memiliki kepribadian yang kuat kita akan
dapat mengontrol harapan se efektif dan se efisien mungkin sehingga hasilnya
tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain untuk masa kini dan masa yang
akan datang.
C.Pengertian
Doa
Doa berasal dari bahasa arab du'a'. Dalam
Al-Qur'an banyak sekali yang disebut dengan lafazh dua' ini,
yang memiliki arti yang berbeda-beda antara lafazh satu dengan yang lainnya,
antara lain al-ibadat, yakni ibadahnya makhluk untuk khaliq
yaitu memohon pertolongan atau bnatuan kepada zat yang mahakuasa.
Sedangkan al-nida' berarti memanggil, yakni panggilan hamba
terhadap Allah yang Mahamendengar; al-su'al, yakni permintaan
atau permohonan dari makhluq yang rendah kepada khaliq yang Mahatinggi.
Sedangkan secara istilah atau terminologi, bahwa pengertian doa atau definisi doa seperti yang dikatakan oleh Al-Thiby, doa adalah melahirkan kehinaan dan kerendahan diri dalam keadaan tiada berdaya dan tiada berkekuatan dan kemudian menyatakan hajat, keperluan, ketundukan kepada Allah Swt".
Sedangkan secara istilah atau terminologi, bahwa pengertian doa atau definisi doa seperti yang dikatakan oleh Al-Thiby, doa adalah melahirkan kehinaan dan kerendahan diri dalam keadaan tiada berdaya dan tiada berkekuatan dan kemudian menyatakan hajat, keperluan, ketundukan kepada Allah Swt".
Doa adalah memanjatkan permohonan dan
harapan kepada Allah swt. Berdoa tidak bisa dilakukan hanya dengan mengucapkan
permohonan dan harapan di bibir saja, namun berdoa juga dengan memahami terhadap
apa yang telah diucapkan dan diiringi dengan kekhusyukan serta dengan
keikhlasan hati. Rasulullah saw, sangat menganjurkan untuk seseorang berdoa dan
memperingatkan orang yang tidak ingin berdoa.
Allah swt berfirman, "Berdoalah
kepada-Ku, niscaya aku mengabulkan doamu.Sesungguhnya orang yang menyombongkan
diri dan menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina.Doa
merupakan inti ibadah dan tidak ada yang mulia disis Allah selain doa dan doa
merupakan senjata orang beriman, tiang agama, sercahaya langit dan bumi.
Dengan doa, dapat melembutkan kerasnya
qadha dan menolak bala bencana. Dengan banyaknya berdoa membuat doa di
perkenankan dan dicintai oleh Allah SWT.Doa merupakan zikir kepada Allah SWT.
Bahkan doa lebih dalam daripada hanya sekedar zikit atau ingat kepada Allah
SWT. Doa juga adalah aktivitas ibadah kepada Allah SWT.
D.Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata
percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah
hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Dalam
agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap sebagai wahyu dari Allah SWT.
Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang paling besar. Dalam hal
beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang
beragama itu, dasarnya ialah keyakinan masing-masing.
Menurut (Moorman, 1993),Kepercayaan adalah
kemauan seseorang untuk bertumpu pada orang lain dimana kita memiliki keyakinan
padanya. Kepercayaan merupakan kondisi mental yang didasarkan oleh situasi
seseorang dan konteks sosialnya. Ketika seseorang mengambil suatu keputusan, ia
akan lebih memilih keputusan berdasarkan pilihan dari orang- orang yang lebih
dapat ia percaya dari pada yang kurang dipercayai (Moorman, 1993).
Menurut (Rousseau et al 1998), kepercayaan
adalah wilayah psikologis yang merupakan perhatian untuk menerima apa adanya
berdasarkan harapan terhadap perilaku yang baik dari orang lain. Kepercayaan
konsumen didefinisikan sebagai kesediaan satu pihak untuk menerima resiko dari
tindakan pihak lain berdasarkan harapan bahwa pihak lain akan melakukan
tindakan penting untuk pihak yang mempercayainya, terlepas dari kemampuan untuk
mengawasi dan mengendalikan tindakan pihak yang dipercaya
Menurut (Doney dan Canon 1997) bahwa
penciptaan awal hubungan mitra dengan pelanggan didasarkan atas kepercayaan.
Hal yang senada juga dikemukakan oleh McKnight, Kacmar, dan Choudry (dalam
Bachmann & Zaheer, 2006), menyatakan bahwa kepercayaan dibangun sebelum
pihak-pihak tertentu saling mengenal satu sama lain melalui interaksi atau
transaksi. Kepercayaan secara online mengacu pada kepercayaan dalam lingkungan
virtual.
E.Kepercayaan Dan Usaha Untuk Meningkatkannya
Kepercayaan berasal dari kata percaya,
artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang
berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Dalam agama
terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap sebagai wahyu dari Allah SWT.
Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang paling besar. Dalam hal
beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang
beragama itu, dasarnya ialah keyakinan masing-masing.Kepercayaan di bedakan
menjadi 4 yaitu :
1.Percaya kepada Diri Sendiri
Ini ditanamkan pada diri manusia yang memang
harus di teguhkan di hati. Percaya terhadap diri sendiri menganggap dirinya
tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang di serahkan atau di
percayakan kepadanya. Percaya
pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa Percaya.
2.Percaya Kepada Orang lain
Percaya kepada orang lain itu dapat berupa
percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada
orang lain itu sudah tentu percaya ternadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai
dengan kata hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang
itu dipercaya karna ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu harus
dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji
kepada orang lain.
3.Percaya
Kepada Pemerintahan
karena pada dasarnya negara berorientasi pada
Tuhan dan kepentingan rakyat, sudah seharusnya kalau sebagai warga negara
mempercayai pemerintah / negara. Berdasarkan
pandanganteokratis menurut etika, filsafat tingkah laku
karya Prof.Ir.Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan.Tuhan langsung
memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik
kedaulatan sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban
kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung dikaruniai
kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih oleh Tuhan pula (kerajaan).
4.Percaya Kepada Tuhan
Merupakan hal yang sangat penting percaya
kepada Tuhan. Dikarenakan keberadaan manusia yang tidak dengan sendirinya
melainkan diciptakan oleh Tuhannya. Kepercayaan berarti keyakinan
dan pengakuan akan kebenaran.Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan
tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana
Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat itu tidak mempunyai kepercayaan
kepada Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan daya
kekuatannya.Oleh karcna itu jika manusia berusaha agar mendapat pertolongan
dari padanya, manusia harus percaya kepada Tuhan, sebab Tuhanlah yang selalu
menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat yang maha tinggi yang
menciptakan alam semesta seisinya merupakan konsekuensinya tiap-tiap umat
beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut.
Berbagai usaha dilakukan manusia untuk
meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu
bergantung kepada pribadi kondisi, situasi, dan
lingkungan. Usaha itu antara lain :
- Menyebutkan usaha manusia
untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya.
- Meningkatkan ketaqwaan kita
dengan jalan meningkatkan ibadah
- Meningkatkan
pengabdian kita kepada masyarakat
- Meningkatkan kecintaan
kita terhadap sesama manusia dengan jalan
suka menolong,dermawan dan sebagainya
- Mengurangi nafsu
mengumpulkan harta yang berlebihan
- Menekan perasaan negatif
seperti iri,dengki,fitnah dan sebagainya
BAB III
KESIMPULAN
Harapan atau asa adalah
bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau
suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pada
umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan
terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud.Namun adakalanya harapan
tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak orang mencoba
menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.Setiap
manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati
dalam hidup.Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya
berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.Harapan tersebut tergantung pada
pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing.
DAFTAR PUSTAKA
-https://tulisankamila.wordpress.com
-https://nathaniaseptavy.wordpress.com
-https://artikelsiana.com
-https://satyaariyono.wordpress.com
-https://aisyahtyasmaharani.wordpress.com
