Sabtu, 01 Desember 2018

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

NAMA : APRINO BAGUS SADEWO
KELAS : 1ID01
NPM : 30418992



BAB I
PENDAHULUAN
1.Latar Belakang
   Dalam konteks sosial manusia adalah makhluk sosial.Nilai-nilai sosial yang ada dalam kehidupan sehari-hari harus di pertanggung jawabkan sehingga tidak mengganggu konsensus nilai yang telah di setujui.Pada hakikatnya manusia hidup dengan mengemban tanggung jawab terhadap diri sendiri,keluarga,dan Tuhan yang maha esa.Jika tida ada rasa tanggung jawab manusia kehidupan manusia akan kacau dan tidak teratur,manusia akan tidak ada rasa saling menghargai jika tidak ada rasa tanggung jawab.Oleh karena itu rasa tanggung jawab harus ada dalam diri setiap manusia agar manusia dapat hidup dengan baik dan menciptakan suatu suasana kesejahteraan.
2.Rumusan Masalah
  Agar tidak ada kerancuan dan penyimpangan ini,oleh karena itu ada berberapa pembahasan dalam makalah ini antara lain :
-Pengertian Tanggung jawab
-Macam-macam tanggung jawab
-Pengabdian dan pengorbanan












BAB II
PEMBAHASAN

    A.   Pengertian Tanggung Jawab

        Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab   karena  ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa  pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya.Untuk memperoleh atau meningkatkan  kesadaran  bertanggung  jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan,penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
        Tanggung  jawab  menurut  kamus umum Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung,memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya  yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tangung  jawab juga  berarti berbuat  sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
        Pembagian kewajiban bermacam-macam dan berbeda-beda. Setiap keadaan hidup menentukan kewajiban yang tertentu. Status dan peranan menentukan kewajiban seseorag. Kewajiban dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
1.    Kewajiban terbatas: Kewajiban ini tanggung jawabnya diberlakukan kepada setiap orang sama tidak berbeda-bedakan. Contohnya undang-undang larangan membunuh,mencuri,yang di sampingnya dapat diadakan hukum-hukuman
2.    Kewajiban tidak terbatas: Kewajiban ini tanggung jawabnya diberlakukan kepada semua orang. Tanggung jawab terhadap kewajiban ini nilainya lebih tinggi,sebab dijalankan oleh suara hati,seperti keadilan dan kewajiban.
        Orang yang bertanggung jawab dapat memperoleh kebahagiaan,sebab dapat menunaikan kewajibannya. Kebahagian tersebut dapat dirasakan oleh dirinya atau orang lain. Sebaliknya,orang yang tidak bertanggung jawab akan menghadapi kesulitan,sebab ia tidak mengikuti aturan, norma,atau nilai-nilai yang berlaku.
B.Macam-Macam Tanggung Jawab.
        Tujuan manusia berjuang itu untuk memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan, yaitu kekuasaan Tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya, atas dasar ini dikenal beberapa jenis tanggungjawab sebagai berikut:
1.   Tanggung Jawab Terhadap Tuhan
       Tanggung jawab terhadap Tuhan menuntut kesadaran mau untuk memenuhi kewajiban atau pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sebagai makhluk ciptaan Tuhan, manusia haruslah bersyukur kepada Tuhan atau karunia-Nya menciptakan manusia dan memberikan rezeki kepadanya. Karena itu manusia mengabdi kepada Tuhan, dan mengabdi itu wujud tanggung jawab kepada Tuhan.
       Tuhan menciptakan manusia di muka bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupan manusia dengan  mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan YME. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang telah diatur sedemikian rupa dalam berbagai kitab suci melalui berbagai maca-macam agama.
      Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan juga dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap tuhan sebagai penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawab manusia perlu pengorbanan.
2.   Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
      Manusia diciptakan oleh Tuhan mengalami periode lahir, hidup, kemudian mati. Agar manusia dalam hidupnya mempunyai “harga”, sebagai pengisi fase kehidupannya itu maka manusia tersebut atas namanya sendiri dibebani tanggung jawab. Sebab apabila tidak ada tanggung jawab terhadap dirinya sendiri maka tindakannnya tidak terkontrol lagi. Intinya dari masing-masing individu dituntut adanya tanggung jawab untuk melangsungkan hidupnya di dunia sebagai makhluk Tuhan.


3.   Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
       Keluarga merupakan masyarakat kecil yang terdiri dari suami, istri, ayah, ibu, anak-anak dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Setiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut banyak hal, salah satu diantaranya adalah tanggung jawab menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, dan kehidupan. Untuk memenuhi tanggung jawab dalam keluarga kadang-kadang diperlukan pengorbanan.
4.   Tanggung jawab terhadap masyarakat
       Pada hakekatnya manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, sesuai dengan kedudukanya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila semua tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.

C.Pengertian Pengabdian Dan Pengorbanan
        Pengabdian adalah perbuatan baik berupa pikiran, pendapat atau pun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, antara lain kepada rasa cinta, kasih sayang, hormat, atau suatu ikatan yang semua dilakukan dengan ikhlas. Wujud tanggungjawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pegorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggungjawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencapai kebutuhan, hal itu berarti mengabdi keapada keluarga.
        Hakikat timbulnya pengabdian adalah rasa tanggung jawab. Apabila seseorang bekerja keras dari pagi sampai sore hari dibeberapa tempat untuk  mencari kebutuhan rumah tangga, berarti mengabdi kepada keluarga karena kasih sayang cinta kepada keluarga. Pengabdian dibagi menjadi beberapa macam, antara lain sebagai berikut:



1.Pengabdian kepada keluarga
    Pada hakekatnya manusia hidup berkeluarga. Hidup keluarga tersebut didasarkan atas cinta dan kasih sayang. Kasih sayang mengandung serta menyebabkan adanya pengabdian dan pengorbanan. Apabila kasih sayang tidak disertai pengabdian. Berarti kasih sayang itu palsu atau semu. Pengabdian kepada keluarga dapat berupa pengabdian kepada isti atau anak-anakn dan juga pengabdian kepada orang tuanya, istri mengabdi kepada suami dan anak -anak mengabdi kepada orang tuanya.
2. Pengabdian kepada masyarakat
    Manusia adalah anggota masyarakat, ia tidak dapat hidup tanpa orang lain, karena setiap orang saling membutuhkan satusama lain, bila manusia yang hidup di masyarakat tetapi tidak menganggap orang lain disekitarnya (tidak mau bermasyarakat) maka ketika dia mempunyai suatu masalah, kesulitan yang luar biasa, maka masyarakat tidak akan membantunya. Cepat atau lambat, manusia yang demikian akan menyadari bahwa mereka adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dan pada akhirnya kembali kepada masyarakat. Demi masyarakat, anggota masyarakat harus mengabdikan dirinya kepada kepada masyarakat, mempunyai rasa tanggung jawab terhadap masyarakat, sebab nama baik ia tinggal membawa nama baiknya pula.
3. Pengabdian pada Negara
    Manusia pada hakekatnya adalah makhluk berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, manusia sebagai warga negara suatu bangsa harus memiliki tanggung jawab serta kasih sayang terhadap negaranya. Kasih sayang manusia terhadap negaranya biasanya berbentuk sebuah pengabdian. Pengabdian bisa berupa perjuangan yang dilakukan oleh manusia tersebut agar suatu negara terbebas dsri penjajahan dan menuju ke arah yang lebih maju.
4. Pengabdian kepada Tuhan
    Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, manusia wajib mengabdikan dirinya kepada Tuhan yang telah menciptakannya. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan dengan melaksanakan tugasnya sebagai seorang hamba, dan hal tersebut merupakan perwujudan tanggung jawabnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.




BAB III
KESIMPULAN
        Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tinggkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran dan kewajibannya. Seseorang mau bertanggungjawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbulnya tanggungjawab itu karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam.














                                  DAFTAR PUSTAKA
-https://diankusumawatit7.blogspot.com
-https://makalahmahasiswakampus.blogspot.com
-https://duniasynopsis.blogspot.com
-https://chuznoeluviena.blogspot.com



Tidak ada komentar:

Posting Komentar