Minggu, 02 Desember 2018

MANUSIA DAN HARAPAN

MANUSIA DAN HARAPAN

NAMA : APRINO BAGUS SADEWO
KELAS : 1ID01
NPM : 30418992


BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
    Harapan berasal dari kata harap yaitu,keinginan supaya suatu terjadi atau sesuatu yang belum terwujud.Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk yang dikaruniai akan akal dan budi, melalui akal dan budi tersebutlah timbul sebuah keinginan atau asa yang kita kenal secara umum dengan harapan. Harapan yang dimiliki seseorang juga datang atas dasar pengalaman yang sebelumnya telah dilalui oleh orang tersebut. Kebutuhan akan sesuatu juga merupakan pemicu timbulnya harapan.
    Dalam dunia psikologi harapan merupakan kata kunci yang sangat amat penting, harapan mengandung berbagai macam rangkaian emosi seperti kesenangan, perasaan kekaguman, dan kegembiraan. Harapan membantu kita untuk membangun diri kita dalam berbagai aspek. Seseorang dikatakan  tidak dapat hidup tanpa harapan.
B.Rumusan Masalah
   -Pengertian Harapan
   -Apa sebab manusia mempunyai harapan
   -Pengertian Doa
   -Kepercayaan
   -Kepercayaan dan usaha untuk meningkatkannya






BAB II
PEMBAHASAN

A.Pengertian Harapan
    Setiap manusia pasti memiliki harapan untuk kehidupan yang akan datang.Harapan biasanya memiliki nilai baik,harapan dalam kehidupan manusia merupakan cita-cita, keinginan, penantian, kerinduan supaya sesuatu itu terjadi. Dalam menantikan adanya sesuatu yang terjadi dan diharapkan, manusia melibatkan manusia lain atau kekuatan lain di luar dirinya supaya sesuatu terjadi, selain hasil usahanya yang telah dilakukan dan ditunggu hasilnya. Jadi, yang diharapkan itu adalah hasil jerih payah dirinya dan bantuan kekuatan lain.
    Harapan itu ada karena manusia hidup. Manusia hidup penuh dengan dinamikanya, penuh dengan keinginannya atau kemauannya. Harapan untuk setiap orang berbeda-beda kadarnya. Orang yang wawasan berpikirnya luas, harapannya pun akan luas. Demikian pula orang yang wawasan berpikirnya sempit, maka akan sempit pula harapannya.
B.Penyebab Manusia Mempunyai Harapan
    Penyebab manusia mempunyai harapan adalah dorongan kodrat manusia sebagai makhluk sosial. Dorongan kodrat adalah sifat,keadaan atau pembawaan alamiah sejak manusia di ciptakan. Dorongan itulah yang menyebabkan manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup dan untuk memenuhinya manusia harus bekerja sama dengan orang lain.
    Tidak hanya orang yang masih hidup saja yang mempunyai harapan,orang yang sudah meninggal pun mempunyai harapan,biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli waris nya.Tentang besar kecilnya harapan seseorang dapat di tentukan oleh kepribadian orang itu sendiri.Untuk itu dengan memiliki kepribadian yang kuat kita akan dapat mengontrol harapan se efektif dan se efisien mungkin sehingga hasilnya tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain untuk masa kini dan masa yang akan datang.

C.Pengertian Doa
    Doa berasal dari bahasa arab du'a'. Dalam Al-Qur'an banyak sekali yang disebut dengan lafazh dua' ini, yang memiliki arti yang berbeda-beda antara lafazh satu dengan yang lainnya, antara lain al-ibadat, yakni ibadahnya makhluk untuk khaliq yaitu memohon pertolongan atau bnatuan kepada zat yang mahakuasa. Sedangkan al-nida' berarti memanggil, yakni panggilan hamba terhadap Allah yang Mahamendengar; al-su'al, yakni permintaan atau permohonan dari makhluq yang rendah kepada khaliq yang Mahatinggi.

    Sedangkan secara istilah atau terminologi, bahwa pengertian doa atau definisi doa seperti yang dikatakan oleh Al-Thiby, doa adalah melahirkan kehinaan dan kerendahan diri dalam keadaan tiada berdaya dan tiada berkekuatan dan kemudian menyatakan hajat, keperluan, ketundukan kepada Allah Swt". 
    Doa adalah memanjatkan permohonan dan harapan kepada Allah swt. Berdoa tidak bisa dilakukan hanya dengan mengucapkan permohonan dan harapan di bibir saja, namun berdoa juga dengan memahami terhadap apa yang telah diucapkan dan diiringi dengan kekhusyukan serta dengan keikhlasan hati. Rasulullah saw, sangat menganjurkan untuk seseorang berdoa dan memperingatkan orang yang tidak ingin berdoa. 
    Allah swt berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya aku mengabulkan doamu.Sesungguhnya orang yang menyombongkan diri dan menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina.Doa merupakan inti ibadah dan tidak ada yang mulia disis Allah selain doa dan doa merupakan senjata orang beriman, tiang agama, sercahaya langit dan bumi.
   Dengan doa, dapat melembutkan kerasnya  qadha dan menolak bala bencana. Dengan banyaknya berdoa membuat doa di perkenankan dan dicintai oleh Allah SWT.Doa merupakan zikir kepada Allah SWT. Bahkan doa lebih dalam daripada hanya sekedar zikit atau ingat kepada Allah SWT. Doa juga adalah aktivitas ibadah kepada Allah SWT. 



D.Kepercayaan
   Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap sebagai wahyu dari Allah SWT. Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang paling besar. Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu, dasarnya ialah keyakinan masing-masing.  
    Menurut (Moorman, 1993),Kepercayaan adalah kemauan seseorang untuk bertumpu pada orang lain dimana kita memiliki keyakinan padanya. Kepercayaan merupakan kondisi mental yang didasarkan oleh situasi seseorang dan konteks sosialnya. Ketika seseorang mengambil suatu keputusan, ia akan lebih memilih keputusan berdasarkan pilihan dari orang- orang yang lebih dapat ia percaya dari pada yang kurang dipercayai (Moorman, 1993).
   Menurut (Rousseau et al 1998), kepercayaan adalah wilayah psikologis yang merupakan perhatian untuk menerima apa adanya berdasarkan harapan terhadap perilaku yang baik dari orang lain. Kepercayaan konsumen didefinisikan sebagai kesediaan satu pihak untuk menerima resiko dari tindakan pihak lain berdasarkan harapan bahwa pihak lain akan melakukan tindakan penting untuk pihak yang mempercayainya, terlepas dari kemampuan untuk mengawasi dan mengendalikan tindakan pihak yang dipercaya 
   Menurut (Doney dan Canon 1997) bahwa penciptaan awal hubungan mitra dengan pelanggan didasarkan atas kepercayaan. Hal yang senada juga dikemukakan oleh McKnight, Kacmar, dan Choudry (dalam Bachmann & Zaheer, 2006), menyatakan bahwa kepercayaan dibangun sebelum pihak-pihak tertentu saling mengenal satu sama lain melalui interaksi atau transaksi. Kepercayaan secara online mengacu pada kepercayaan dalam lingkungan virtual.




E.Kepercayaan Dan Usaha Untuk Meningkatkannya
     Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap sebagai wahyu dari Allah SWT. Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang paling besar. Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu, dasarnya ialah keyakinan masing-masing.Kepercayaan di bedakan menjadi 4 yaitu :
1.Percaya kepada Diri Sendiri
   Ini ditanamkan pada diri manusia yang memang harus di teguhkan di hati. Percaya terhadap diri sendiri menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang di serahkan atau di percayakan kepadanya. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa Percaya.
2.Percaya Kepada Orang lain
   Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya ternadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya karna ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu harus dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.
3.Percaya Kepada Pemerintahan
   karena pada dasarnya negara berorientasi pada Tuhan dan kepentingan rakyat, sudah seharusnya kalau sebagai warga negara mempercayai pemerintah / negara. Berdasarkan pandanganteokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir.Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan.Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik kedaulatan sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih oleh Tuhan pula (kerajaan).


4.Percaya Kepada Tuhan
   Merupakan hal yang sangat penting percaya kepada Tuhan. Dikarenakan keberadaan manusia yang tidak dengan sendirinya melainkan diciptakan oleh Tuhannya. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran.Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat itu tidak mempunyai kepercayaan kepada Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan daya kekuatannya.Oleh karcna itu jika manusia berusaha agar mendapat pertolongan dari padanya, manusia harus percaya kepada Tuhan, sebab Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan konsekuensinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut.
   Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan  rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha  itu  bergantung   kepada  pribadi  kondisi, situasi, dan  lingkungan. Usaha itu antara lain :
- Menyebutkan usaha manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya.
- Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
- Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat
- Meningkatkan kecintaan kita terhadap sesama manusia dengan jalan     suka menolong,dermawan dan sebagainya
- Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan
- Menekan perasaan negatif seperti iri,dengki,fitnah dan sebagainya







BAB III
KESIMPULAN
        Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud.Namun adakalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup.Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. 
















DAFTAR PUSTAKA
-https://tulisankamila.wordpress.com
-https://nathaniaseptavy.wordpress.com
-https://artikelsiana.com
-https://satyaariyono.wordpress.com
-https://aisyahtyasmaharani.wordpress.com










Tidak ada komentar:

Posting Komentar